Berita Pariwisata

10/01/2013 - 15:14

Pantai Koka: Perawan yang Belum Bersolek

Pantai Koka merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Dari Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, dibutuhkan waktu hanya kurang dari dua jam dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat untuk sampai ke tempat ini. Pantai Koka masuk dalam wilayah Desa Wolowiro, Kecamatan Paga. Jarak dari  Desa Wolowiro, tepatnya Dusun Kangarusa, ke pantai kurang lebih 2 km.

Setiap akhir pekan Pantai Koka selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, saban hari pantai Koka tak pernah sepi pengunjung. Rombongan wisatawan asing kadang menghabiskan waktu berminggu-minggu di sini.

Begitu menginjakkan kaki di tempat ini, pengunjung dibuat terpesona oleh pemandangan laut yang biru dan bersih, bentangan pasir putih lembut yang membentuk tembereng, serta tebing-tebing karang di sisi kiri dan kanan yang tampak bagaikan lukisan alam nan artistik. Pohon-pohon yang rimbun, hamparan pohon kelapa, serta kebun penduduk setempat membentang di perbukitan yang berada di sekitar pantai.

Sungguh, di Pantai Koka suasana alam yang asali begitu terasa. Pantai ini menyuguhkan cita rasa alami yang tak kalah unik dari pantai-pantai lain di Indonesia, semisal Raja Ampat di Papua Barat dan Pantai Kaliantan di Lombok Timur.

Cukup jauh dari bibir pantai terdapat satu pulau mungil bernama Nusa Koka. Untuk bisa ke sana pengunjung harus menggunakan sampan. Sekedar untuk diketahui, di Nusa Koka ada satu jenis ular yang warnanya lurik hitam-putih. Jumlahnya lumayan banyak.  Disarankan untuk tidak mengganggu ular-ular itu, apalagi membunuhnya. Ular-ular itu hanya menyempil di celah-celah batu pulau ini. Pengunjung tak perlu takut dengan ular-ular ini karena mereka tidak menggigit dan tidak berbisa.

Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Koka tidak hanya bisa memanjakkan diri dengan berjemur di pantai sambil menikmati gulungan ombak yang kuat dan bertenaga, tapi juga dapat menikmati setiap detil menarik dari banyak obyek yang ada di sekitar pantai.

Ini cerita dulu, saat saya masih duduk di Sekolah Dasar. Bagaimana kondisinya kini?

Sampai saat ini tidak ada sama sekali fasilitas wisata di tempat ini. Akses transportasi menuju pantai makin sulit karena jalan ke sana dibiarkan dalam kondisi rusak parah. Akibatnya, pantai mungil nan indah ini kini justru sepi pengunjung, sangat berbeda dengan yang saya saksikan beberapa dekade lalu.

Selain itu, kini tak ada lagi pohon-pohon yang rimbun di sekitar pantai, pohon kelapa pun sudah sangat jarang, pantai menjadi sangat gersang dan tak terurus. Semakin berantakan akibat abrasi. Patut disayangkan, pantai dengan pemandangan unik ini dibiarkan begitu saja tanpa perhatian dan diserahkan nasibnya sepenuhnya pada proses alam.

Mestinya sudah dilakukan pembangunan infrastruktur yang memadai sebagaimana layaknya untuk sebuah tempat wisata. Andai saja dikelola secara baik, dengan pengadaan fasilitas yang memadai, tempat ini mestinya sudah menjadi salah satu tujuan wisata andalan di pulau Flores, khususnya di Kabupaten Sikka.

Meski demikian, pantai ini tetap memiliki pesona dan daya pikat. Pantai Koka ibarat perawan yang belum bersolek.

Share Button

Djeff Ok

Admin at notanostra.com
Jangan lewatkan setiap peluang yang ada sekecil apa pun peluang itu, karena setiap waktu berlalu tak akan kembali. Rebut dan rangkulah peluang-peluang itu.

Latest posts by Djeff Ok (see all)

5 Komentar

  1. PP Lelyemin says:

    Kapan kami diajak bertemu si Gadis tak bersolek ini, bang…?

  2. Tommy JB says:

    Sebaiknya tidak bersolek. Lebih mantap kalau tetap alami. Kalaupun harus bersolek, jangan sampai pake sembarang kosmetik, apalagi pake susuk konde. Rusak muka itu perawan nanti.

  3. Andre Armata says:

    Bunga Desa lebih indah karena alami, tapi sarana atau fasilitas pendukung hendaknya di upayakan…. ” Siapakan Gula Maka dengan Sendirinya Semut-Semut akan Datang”

  4. Biarkan dia alami…

  5. Jefry Seru says:

    Klu dibiarkan jadi tak terurus, klu diurus mala menjadi rusak. Serba salah bung Oscar

Berikan Tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


3 + 9 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>